Thanks for visit http://randylio.blogspot.com Or http://rlpower.cz.cc
English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

15/11/12

ALGORITMA DIVIDE AND CONQUERE

algoritma divide and conquere
#include
#include
int max, min;
int a[100];
void maxmin (int i, int j);
{
int max1, min1, mid;
if (i==j);
max = min = a[i];
else
if (i==j-1);
{
if (a[i] < a[j]);
{
max = a[i];
min = a[j];
}
else
{
max = a[i];
min = a[j];
}
}
else
{
mid (i+j)/2;
maxmin (i, mid);
max1 = max;
min1 = min;
maxmin (mid + 1, j);
if (max < max1);
max = max1;
if (min > min1);
min = min1;
}
}
void main() {
int i, num;
clrscr();
printf ("\n\t\t\t MAXIMUM & MINIMUM \n\n");
printf ("\n Masukan Banyaknya Angka:");
scanf ("%d",&num);
printf ("Masukan Angkanya: \n");
for (i=1; i{
scanf ("%d", &a[i]);
}
max = a[0];
min = a[0];
mid = a[0];
printf ("Maximum angka: %d \n", max);
printf ("Minimun angka: %d \n", min);
printf ("Mid angka: %d \n", mid);
}

SUBNETTING


SUBNET
Subnet adalah network yang berada di dalam sebuah network lain (Class A, B, dan C). Subnets dibuat menggunakan satu atau lebih bit-bit di dalam host Class A, B, atau C untuk memperlebar network ID. Jika standar network ID adalah 8, 16, dan 24 bit, maka subnet bisa memiliki panjang network ID yang berbeda-beda.

SUBNETTING
Subnetting adalah pembagian suatu kelompok alamat IP menjadi beberapa network ID lain dengan jumlah anggota jaringan yang lebih kecil, yang disebut subnet (subnetwork).
Subnet Mask merupakan angka biner 32 bit yang digunakan untuk :
•Membedakan antara network ID dengan host ID.
•Menunjukkan letak suatu host, apakah host tersebut berada pada jaringan luar atau jaringan lokal.
Tujuan dalam melakukan subnetting ini adalah :
•Membagi satu kelas netwok atas sejumlah subnetwork dengan arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
•Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak.
•Untuk mengatasi masalah perbedaaan hardware dengan topologi fisik jaringan.
•Penggunaan IP Address yang lebih efisien.
Ada dua pendekatan dalam melakukan pembentukan subnet, yaitu :
•Berdasarkan jumlah jaringan yang akan dibentuk.
•Berdasarkan jumlah host yang dibentuk dalam jaringan.
Kedua-duanya akan dipakai untuk menentukan efisiensi pe¬nomoran IP dalam suatu lingkungan jaringan. Pada subnet mask seluruh bit yang berhubungan dengan host ID diset 0. Sedangkan bit yang berhubungan dengan network ID diset 1.
Untuk menentukan suatu host berada pada jaringan luar atau pada jaringan lokal, kita dapat melakukan operasi AND antara subnet mask dengan IP Address asal dan IP Address tujuan, serta membandingkan hasilnya sehingga dapat diketahui ke mana arah tujuan dari paket IP tersebut. Jika kedua hasil operasi tersebut sama, maka host tujuan terletak di jaringan lokal dan paket IP dikirim langsung ke host tujuan. Jika hasilnya berbeda, maka host terletak di luar jaringan lokal, sehingga paket IP dikirim ke default router.
IP Address dapat dipisahkan menjadi dua bagian, yaitu host ID dan network ID. Host ID berfungsi untuk mengidentifikasi host dalam suatu jaringan. Sedangkan Network ID berfungsi untuk mengidentifikasikan suatu jaringan dari jaringan yang lain. Hal ini berarti seluruh host yang tersambung di dalam jaringan yang sama memiliki network ID yang sama pula. Sebagian dari bit-bit bagian awal dari IP Address merupakan network ID atau network number, sedangkan sisanya untuk host. Garis pemisah antara bagian network dan host tidak tetap (konstan), tergantung pada kelas network yang kita gunakan.
Terdapat beberapa kelas IP Address yang digunakan dalam TCP/IP dalam suatu jaringan, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E.
KELAS A
Pada jaringan IP Address kelas A, bit pertama dari IP address tersebut adalah 0. Bit pertama dan 7 bit berikutnya (8 bit per¬tama) merupakan network ID, sedangkan 24 bit terakhir merupakan host ID. Maka pada kelas A hanya terdapat 128 network IP Address dengan jangkauan dari 0.xxx.xxx.xxx sampai 127.xxx.xxx.xxx.
KELAS B
Pada jaringan IP Address kelas B, 2 bit pertama dari IP address adalah 10. Dua bit ini dan bit berikutnya (16 bit pertama) merupakan network ID. Sedangkan 16 bit terakhir merupakan host ID. Maka pada kelas B terdapat 16384 network IP Address dengan jangkauan dari 128.0.xxx.xxx sampai 191.255.xxx.xxx.
KELAS C
Pada jaringan IP Address kelas C, 3 bit pertama dari IP Address adalah 110. Tiga bit ini dan 21 bit berikutnya (24 bit pertama) merupakan network ID. Sedangkan 8 bit terakhir merupakan host ID. Maka pada kelas C terdapat lebih dari 2 juta network IP Address dengan jangkauan dari 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx.
KELAS D
 jaringan IP Address kelas D, 4 bit pertama dari IP Address ini adalah 1 1 1 0. Sedangkan bit sisanya digunakan untuk grup host pada jaringan dengan range IP antara 224.0.0.0 – 239.255.255.255. IP Address Kelas D digunakan untuk multicasting, yaitu pemakaian aplikasi secara bersama-sama oleh sejumlah komputer. Multicasting berfungsi untuk mengirimkan informasi pada nomor host register. Host-host dikelompokkan dengan meregistrasi atau mendaftarkan dirinya kepada router lokal dengan menggunakan alamat multicast dari range alamat IP Address kelas D. Salah satu penggunaan multicast address pada internet saat ini adalah aplikasi real time video conference yang melibatkan lebih dari dua host (multipoint) dengan menggunakan Mbone (Multicast Backbone).
KELAS E
Pada jaringan IP Address kelas E, 4 bit pertama dari IP Address ini adalah 1 1 1 1. IP address kelas E mempunyai range antara 240.0.0.0 – 254.255.255.255. IP Address kelas E merupakan kelas IP address eksperimen yang dipersiapkan untuk peng¬gunaan IP Address di masa yang akan datang.
Range IP Private adalah sebagai berikut :
Kelas A : 10.0.0.0 – 10.255.255.255
Kelas B : 172.16.0.0 – 172.31.255.255
Kelas C : 192.168.0.0 – 192.168.255.255

CARA MENGHITUNG SUBNETTING

I.                    Perhitungan pertama
Contoh soal :
A: IP 10.0.0.0 harus dibagi menjadi 50 subnet
Langkah 1 :
128      64        32        16        8          4          2          1
Dari 2 hingga 32 berjumlah 63 yang melebihi 50, karena ingin memecah menjadi 50 subnet maka tidak masalah jika lebih dari 50.
Langkah 2 :
128      64        32        16        8          4          2          1
Dari 4 hingga 128 semuanya berjumlah 252, disini kita tentukan subnet mask/broadcast zero (IP yang paling akhir), fungsinya adalah menyebarkan paket data.
Langkah 3 :
Ambil angka terkecil dari penentuan broadcast zero diatas, angka terkecilnya adalah 4, maka untuk pemecahan IP menjadi 50 subnet digunakan kelipatan angka 4.
10.0.0.0 à subnet zero
10.4.0.0
10.8.0.0.
.
.
10.252.0.0
Antara subnet 10.0.0.0 sampai subnet 10.252.0.0 berjumlah 63.

II. CIDR (Classless Inter Domain routing)
128
192
224
240
248
252
254
255
128
64
32
16
8
4
2
1

A : /8
B : /16
C : /24
Contoh soal :
IP 198.0.0.1/26 dibuat sebanyak 16 subnet
IP diatas merupakan golongan kelas C, maka dibagi 24
Range = 32
Broadcast submask = 255.255.224.224
198.0.0.1 à subnet zero
198.0.0.33
198.0.0.65
.
.
.
Maka kelipatan 32 yang akan jadi patokan pemecahan untuk subnet-subnet karena rangenya 32.

III. 2n-2
Rumus:
Subnet = 2x-2
x : jumlah bit 1.
Host = 2y-2
y : jumlah bit 0

subnetmask yang bias digunakan untuk melakukan perhitungan subnetting



Contoh Kasus:

Subnetting apa yang terjadi pada sebuah network address 192.168.1.0/26?
Analisa : 192.168.1.0 berarti kelas C dengan submask /26 berarti:
11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192). Perhitungan : Pertanyaan akan berpusat di 4 hal, Jumlah subnet, Jumlah host per subnet ,
Blok Subnet, Alamat host dan Broadcast yang valid. Selesaikan dengan urutan seperti itu :
1. Jumlah Subnet = 2x , dimana x adalah banyaknya binary 1 pada octet terkhir subnetmask
(2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi jumlah subnet
adalah 22 = 4 subnet.
2. Jumlah Host per Subnet = 2y -2 , dimana y adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya
binary 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host.
3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnetmask) = 64. Subnet berikutnya
adalah 64+64=128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0,64,128,192.
4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid ? Buatlah tabel untuk lebih
jelas! Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka subnet, dan broadcast adalah 1 angka
sebelum subnet berikutnya.
Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah.


14/11/12

TEKNIK PENCARIAN HEURISTIK (HEURISTIC SEARCHING)

                     TEKNIK PENCARIAN HEURISTIK
                                                                      (HEURISTIC SEARCHING)

· Teknik pencarian heuristik (heuristic searching) merupakan suatu strategi untuk melakukan proses pencarian ruang keadaan (state space) suatu problema secara selektif, yang memandu proses pencarian yang kita lakukan di sepanjang jalur yang memiliki kemungkinan sukses paling besar, dan mengesampingkan usaha yang bodoh dan memboroskan waktu.

· Heuristik adalah sebuah teknik yang mengembangkan efisiensi dalam proses pencarian, namum dengan kemungkinan mengorbankan kelengkapan (completeness).

· Untuk dapat menerapkan heuristik tersebut dengan baik dalam suatu domain tertentu, diperlukan suatu Fungsi Heuristik.

· Fungsi heuristik ini digunakan untuk mengevaluasi keadaan-keadaan problema individual dan menentukan seberapa jauh hal tersebut dapat digunakan untuk mendapatkan solusi yang diinginkan.

· Jenis-jenis Heuristic Searching:
¨ Generate and Test.
¨ Hill Climbing.
¨ Best First Search.
¨ Alpha Beta Prunning.
¨ Means-End-Anlysis.
¨ Constraint Satisfaction

QUEL



QUEL

QUEL :
Query language dari DBMS relasional INGRES, (dikembangkan UNivrsity of California) dengan menggunakan sistem operasi unix.
Bahasa ini dipergunakan secara berdiri sendiri dengan menuliskan instruksi ke prosesor QUEL (disisipkan ke dalam bahasa pemrograman C)
Dalam bahasa C, instruksi QUEL dimulai dengan tanda ##, sehingga dapat diterima oleh prosesor.

QUEL dibagi atas :
1.    DDL
*     CREATE : membuat table

Contoh :
      CREATE MHS (NPM=TEXT(8), NAMA=TEXT (20), ALAMAT=TEXT(30),
            TGL_LAHIR =DATE)

*     INDEX : membuat indeks

Contoh :
Membuat indeks dari table MHS berdasarkan NPM dengannama MHS_INDEX
INDEX ON MHS IS MHS_INDEX (NPM);

*     DEFINE VIEW : membuat view

Contoh :
      DEFINE VIEW MHS_VIEW ( NPM = MHS.NPM, NAMA_MHS =
MHS.NAMA)

*     DESTROY : menghapus table, indeks, view

Contoh :
      DESTROY MHS_VIEW

*     MODIFY : merubah struktur table / indeks

Contoh :
      MODIFY MHS TO UNIQUE ON NPM

2.    DML
*     RETRIEVE : menampilkan data

Contoh :
-       Menampilkan nama matakuliah yang bersks 2
RETRIEVE (MTKULIAH.NAMA_MK) WHERE MTKULIAH.SKS=2
-       Menampilkan data semua mahasiwa
RETRIEVE (MHS.ALL)
-       Menampilkan nama mahasiswa dan kode mata kuliah untuk  mempunyai nilai uas lebih dari 80
RETRIEVE (MHS.NAMA, NILAI.KD_MK) WHERE MHS.NPM = NILAI.NPM AND NILAI.NIL_UAS > 80

*     REPLACE : mengubah data

Contoh :
Ubah nilai uas menjadi 50 untuk mahasiswa dengan npm “30100143” dan
kode matakuliah “KK018”
      REPLACE NILAI ( NIL_UAS = 50 ) WHERE NPM = ‘30100143’ and 
      KD_MK = ‘KK018’

*     DELETE : menghapus record

Contoh :
Hapus data mahasiswa yang bernama ‘LINA’
DELETE MHS WHERE NAMA = ‘LINA’ 


*     APPEND : memasukkan record baru

Contoh :
            APPEND TO MTKULIAH ( KD_MK = ‘KK022’, NAMA_MK = ‘SIM’, SKS = 3 )


QUERY BY EXAMPLE

Kelebihan dari QBE adalah mempergunakan editor layar khusus dan langsung dapat membuat query.
User dapat menggunakan atau memanggil tabel kosong di layar untuk diberi nama relasi, atribut dan instruksi yang diinginkan

Perintah yang digunakan adalah :
P. (print)               :     menampilkan data
I.  (insert)              :     memasukkan record baru
D. (delete)            :     menghapus record
U. (update)          :     merubah record





Bagan umum table QBE :

Nama Relasi                                         Nama Atribut












Instruksi dalam tupel                            tupel yang disebutkan dalam queryl

Contoh :

Tampilkan data mahasiswa yang bernama “SADIKIN”

MHS
NPM
NAMA
ALAMAT
TGL_LAHIR
P.

SADIKIN



Atau

MHS
NPM
NAMA
ALAMAT
TGL_LAHIR
P.

_X



CONDITIONS
_X = ‘SADIKIN

Tampilkan  nama matakuliah yang bersks 2 dan 3.

MTKULIAH
KD_MK
NAMA_MK
SKS


P.
P.
2
3

Tampilkan npm  dan nama matakuliah untuk nilai mid > 60.

MTKULIAH
KD_MK
NAMA_MK
SKS

_Y
P.



NILAI
NPM
KD_MK
NIL_MID
NIL_UAS

P.
 _Y
> 60


Masukkan data matakuliah sebagai berikut: KK011, ANALISA SISTEM, 3

MTKULIAH
KD_MK
NAMA_MK
SKS
I.
KK011
ANALISA SISTEM
3



Mengubah sks matakuliah struktur data menjadi 3

MTKULIAH
KD_MK
NAMA_MK
SKS


STRUKTUR DATA
U. 3

Menghapus data matakuliah kalkulus

MTKULIAH
KD_MK
NAMA_MK
SKS
D.

KALKULUS


 

RL.power | CLEAR & FAST Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha